War Kunjungan Delegasi Taliban ke Norwegia Disambut Demo Warga Afghanistan

War Kunjungan Delegasi Taliban ke Norwegia Disambut Demo Warga Afghanistan

War

war Kunjungan Delegasi Taliban ke Norwegia Disambut Demo Warga Afghanistan
Kunjungan pertama pejabat Taliban ke Eropa. ©2022 AFP/Taliban Afghanistan

Merdeka.com – Delegasi Taliban berkunjung ke Oslo, Norwegia untuk melakukan perundingan. Namun sejumlah warga negara Afghanistan yang tinggal di kota itu melakukan unjuk rasa menentang kedatangan Taliban.

Para demonstran menentang pertemuan Taliban dengan pemerintah Norwegia dan perwakilan dari komunitas internasional untuk melakukan pembicaraan terkait berbagai isu.

Ini adalah kunjungan pertama Taliban ke negara Barat sejak mereka mengambil alih Kabul pada 15 Agustus 2021.

“Kami tidak ingin Taliban di sini di Norwegia. Mereka tidak mewakili kami,” kata Shahia Soltani, warga negara Afghanistan dan pengunjuk rasa, dikutip dari laman Euro News, Minggu (23/1).

“Taliban ada dalam daftar hitam teroris di Amerika Serikat. Jadi mengapa kita harus mengundang dan bernegosiasi dengan mereka?” lanjut Soltani.

Kementerian Luar Negeri Norwegia menyampaikan pada Jumat, pihaknya mengundang perwakilan Taliban ke Oslo dari 23-25 Januari. Koran Norwegia, VG menyampaikan perwakilan khusus dari AS, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, dan Uni Eropa diperkirakan akan terlibat dalam perundingan tersebut. Kementerian Luar Negeri tidak menanggapi laporan koran ini.

Diskusi soal pendidikan anak perempuan dan hak-hak perempuan menjadi agenda utama pertemuan tersebut.

Pemerintah Norwegia sebelumnya telah menekankan bahwa kunjungan Taliban tersebut bukan legitimasi pemerintahan Taliban, yang diperkirakan akan meminta pencairan USD 10 miliar aset yang dibekukan Barat.

Delegasi Taliban tiba di Oslo pada Sabtu malam, seperti dikutip dari laman Deutsche Welle (DW). Perundingan akan dimulai pada Senin.

Delegasi yang seluruhnya laki-laki berjumlah 15 orang itu tiba menggunakan pesawat yang disiapkan pemerintah Norwegia, menurut juru bicara Taliban.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid menyampaikan kepada AFP, pihaknya telah mengambil langkah demi memenuhi permintaan dunia Barat, “dan kami berharap untuk memperkuat hubungan kami melalui diplomasi dengan semua negara , termasuk negara-negara Eropa dan Barat pada umumnya.”

“Mereka ingin mengubah atmosfer perang menjadi situasi damai,” lanjut Mujahid.

Sementara itu, Ali Maisam Nazary, kepala bidang hubungan luar negeri Front Pertahanan Nasional (NRF), kelompok oposisi di Afghanistan mengkritik Norwegia karena menjadi tuan rumah perundingan.

“Kita semua harus bersuara dan mencegah negara manapun menormalisasi kelompok teroris sebagai perwakilan Afghanistan,” jelas Nazary yang tinggal di Paris melalui akun Twitternya.

[pan]

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published.